Jumat, 05 Maret 2010

Transkrip Pidato Presiden Terkait Bank Century (1)

Laporan wartawan KOMPAS.com Laksono Hari Wiwoho
Senin, 23 November 2009 | 22:41 WIB
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Century Bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memberikan tanggapan atas laporan dan rekomendasi Tim Delapan pada Senin (23/11). Dalam penyampaian tanggapan itu, Presiden Yudhoyono menyampaikan dua topik yang sedang hangat, yakni soal kasus Bank Century dan kasus pimpinan nonaktif KPK.

Pada intinya Presiden mendukung pengusutan tuntas kasus Bank Century dan tidak ingin merugikan negara. Presiden juga mendukung jika hak angket DPR RI merupakan solusi terbaik untuk mengungkap fakta soal aliran dana Bank Century.

Berikut kutipan lengkap pidato Presiden bagian pertama yang menjelaskan pendapatnya terkait perkembangan penyelesaian kasus Bank Century. Bagian lain pernyataannya tentang rekomendasi Tim Verifikasi Fakta Kasus Hukum Chandra Hamzah dan Bibit S Rianto akan ditampilkan pada artikel berikutnya:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa serta dengan memohon ridho-Nya pada malam hari ini saya ingin menyampaikan penjelasan kepada seluruh rakyat Indonesia menyangkut dua isu penting yang berkaitan dengan penegakan hukum dan keadilan di negeri kita.

Isu penting yang saya maksud adalah pertama, kasus Bank Century dan, kedua, kasus Saudara Chandra M. Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto yang keduanya telah menjadi perhatian masyarakat yang amat mengemuka. Kedua isu ini juga telah mendominasi pemberitaan di hampir semua media massa disertai dengan percakapan publik yang menyertainya, bahkan disertai pula dengan berbagai desas-desus atau rumor yang tidak mengandung kebenaran. Oleh karena itu, selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, malam ini saya pandang perlu untuk menjelaskan duduk persoalan serta sikap pandangan dan solusi yang perlu ditempuh terhadap kedua permasalahan tersebut.

Dalam waktu dua minggu terakhir ini, saya sengaja menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan menyangkut Bank Century dan kasus Saudara Chandra Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto, dengan alasan:

Kesatu, menyangkut kasus Bank Century selama ini saya masih menunggu hasil pemeriksaan investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK yang dilakukan atas permintaan DPR RI. Saya sungguh menghormati proses itu dan saya tidak ingin mengeluarkan pernyataan yang mendahului, apalagi ditafsirkan sebagai upaya mempengaruhi proses audit investigasi yang dilakukan BPK.

Tadi sore saya telah bertemu dengan Ketua dan anggota BPK yang menyampaikan laporan hasil pemeriksaan investigasi atas Bank Century. Dengan demikian, malam ini tepat bagi saya untuk menyampaikan sikap dan pandangan saya berkaitan dengan kasus Bank Century tersebut.

Kedua, menyangkut kasus hukum Saudara Chandra M. Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto malam ini saya pandang tepat pula untuk menyampaikan sikap pandangan dan solusi paling tepat terhadap permasalahan itu. Mengapa? Saudara-saudara masih ingat, pada tanggal 2 November 2009 yang lalu, dengan mencermati dinamika di lingkungan masyarakat luas yang antara lain berupa silang pendapat kecurigaan dan ketidakpercayaan atas proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri dan Kejaksaan Agung, saya telah membentuk sebuah tim independen, yaitu Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Saudara Chandra Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto.

Tim independen ini yang sering disebut Tim Delapan bekerja selama dua minggu, siang dan malam, dan akhirnya pada tanggal 17 November 2009 yang lalu secara resmi telah menyerahkan hasil kerja dan rekomendasinya kepada saya. Setelah selama lima hari ini jajaran pemerintah, termasuk pihak Polri dan Kejaksaan Agung saya instruksikan untuk merespons hasil kerja dan rekomendasi Tim Delapan, maka malam hari ini secara resmi saya akan menyampaikan kepada rakyat Indonesia, apa yang sepatutnya kita laksanakan ke depan.

Saudara-saudara,
Sebelum saya masuk ke dalam inti permasalahan tentang bagaimana sebaiknya kasus Bank Century dan kasus Saudara Chandra M. Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto ini kita selesaikan dengan baik, saya ingin menyampaikan kepada segenap masyarakat luas bahwa cara-cara penyelesaian terhadap kasus hukum yang memiliki perhatian publik luas seperti ini mestilah tetap berada dalam koridor konstitusi hukum dan perundang-undangan yang berlaku seraya dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan pendapat umum.

Solusi dan opsi yang kita tempuh juga harus bebas dari kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan, tetap jernih dan rasional, serta bebas dari tekanan pihak mana pun yang tidak semestinya. Dan, di atas segalanya kita harus tetap bertumpu kepada dan menegakkan kebenaran dan keadilan.

Rakyat Indonesia yang saya cintai,
Sekarang saya akan menjelaskan yang pertama dulu, yaitu sikap dan pandangan saya tentang kasus Bank Century.

Yang pertama-tama harus kita pahami adalah pada saat dilakukan tindakan terhadap Bank Century tersebut, situasi perekonomian global dan nasional berada dalam keadaan krisis. Hampir di seluruh dunia terjadi goncangan keuangan dan tidak sedikit pula krisis di dunia perbankan. Banyak negara melakukan tindakan untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian mereka.

Pada bulan November 2008 yang lalu, apa yang dilakukan oleh pemerintah dan BI, mestilah dikaitkan dengan situasi dan konteks demikian, sehingga tidak dianggap keadaannya normal-normal saja. Kita punya pengalaman sangat pahit dan buruk 10-11 tahun lalu, ketika Indonesia mengalami rangkaian krisis yang menghancurkan perekonomian kita.

Dengan demikian, kebijakan yang ditempuh untuk melakukan tindakan terhadap Bank Century yang di antaranya adalah tindakan hukum terhadap para pengelola Bank Century serta penyaluran dana penyertaan modal sementara, sesungguhnya bertujuan untuk mencegah terjadinya krisis perbankan bahkan perekonomian. Meskipun ketika berlangsungnya proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tugas untuk itu, saya sedang mengemban tugas di luar negeri, tetapi saya memahami situasi yang ada di tanah air beserta rangkaian upaya untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian kita.

Tetapi kini yang menjadi perhatian DPR RI dan berbagai kalangan masyarakat adalah:
Pertama, sejauh mana proses pengambilan keputusan dan tindakan penyaluran dana penyertaan modal sementara kepada Bank Century yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu dinilai tepat atau proper?

Kedua, apakah ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan negara meminta atau mengarahkan pihak pengambil keputusan dalam hal ini, Menteri Keuangan dengan jajarannya dan Bank Indonesia, yang memang keduanya memiliki kewenangan untuk itu?

Ketiga, apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus, rumor, atau tegasnya fitnah yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY, sungguh fitnah yang kejam dan sangat menyakitkan.

Keempat, sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?

Saudara-saudara,
Saya sungguh memahami munculnya sejumlah pertanyaan kritis itu yang tentunya memerlukan penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Saya pun memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu sebagaimana yang dialami oleh masyarakat kita. Saya juga ingin keempat pertanyaan kritis menyangkut kasus Bank Century yang saya sebutkan tadi juga mendapatkan jawaban yang tegas dan benar.

Dengan telah saya terimanya hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century sore tadi, pemerintah akan segera mempelajarinya dan pada saatnya nanti saya akan meminta Saudari Menteri Keuangan dengan jajarannya bersama-sama dengan pihak Bank Indonesia untuk memberikan penjelasan dan klarifikasinya. Saya sungguh ingin keterbukaan dan akuntabilitas dapat kita tegakkan bersama. Saya juga ingin semua desas-desus, kebohongan, dan fitnah dapat disingkirkan dengan cara menghadirkan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya.

Terhadap pemikiran dan usulan sejumlah anggota DPR RI untuk menggunakan hak angket terhadap Bank Century, saya menyambut dengan baik agar perkara ini mendapatkan kejelasan serta sekaligus untuk mengetahui apakah ada tindakan-tindakan yang keliru dan tidak tepat. Bersamaan dengan penggunaan hak angket oleh DPR RI tersebut, saya juga akan melakukan sejumlah langkah tindakan internal pemerintah, berangkat dari hasil dan temuan pemeriksaan investigasi BPK tersebut.

Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah percepatan proses hukum bagi para pengelola Bank Century dan segera dapat dikembalikannya dana penyertaan modal yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu kepada negara. Saya telah menginstruksikan Jaksa Agung dan Kapolri untuk melaksanakan tugas penting ini.

Gara-gara Ribut, Oknum Polisi Gebuki Anak di Bawah Umur

MAKASSAR, TRIBUN - Salah seorang bintara yang bertugas di Polres Wajo melakukan pemukulan terhadap anak dibawa umur gara-gara anak tersebut ribut dekat kosnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Desember 2009 lalu. Hal tersebut terungkap pada SMS yang dikirim ke Tribun Timur oleh salah seorang warga Wajo yang mengetahui kejadian tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut Kapolres Wajo melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol. Hery Subiansauri mengaku bahwa berdasarkan penyelidikan yang dilakukan jajaran Polres Wajo disimpulkan bahwa benar Bripda Junardi mengakui telah melakukan pemukulan.
"Pihak korban tidak mempermasalahkan lagi kasus pemukulan tersebut dengan membuat surat pernyataan tanggal 24 Desember 2009 yang ditandatangani oleh para korban Bripda Junardi, para saksi dan kepala kelurahan Tempe,"terang Herry pada Tribun

Babeh Baekuni Mirip Ryan

* Headline
* Warta Kota

Pulogadung, Warta Kota

Baekunl (48) alias Babeh tersangka kasus mutilasi bocah 9 tahun bernama Ardiansyah yang Jasadnya ditemukan di Cakung. Jakarta Timur. Jumat (8/1). diduga berperilaku seperti Ryan, pelaku pembantaian asal Jombang.

Kecurigaan polisi muncul karena sifat Babeh hampir sama dengan Ryan yakni ge-mulai. tertutup, berbelit-belit dan suka bohong. Ryan awalnya mengaku membunuh satu orang, tetapi kemudian terungkap bahwa dia telah membunuh belasan orang.

Polisi Juga menerima informasi bahwa WJ (14), yang menjadi salah satu saksi kasus pembunuhan Ardiansyah, ini pernah dilaporkan sebagai anak hilang oleh keluarganya ke Polres Pandeglang. WJ adalah anak asuh Babeh. Untuk mengorek pengakuan anak Jalanan yang berada di sekitar Pulogadung, polisi mengandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). "Kenapa kami mengundang Komnas PA. karena mereka sudah biasa dekat dengan anak-anak Jalanan ketimbang dengan polisi." ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya. Kombes Boy Rafll Amar. Senin (11/1) siang.

Sekretaris Jenderal Komnas PA. Arts Merdeka Sirait, yang dihubungi via telepon, mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan begitu mendengar ada berita bocah dimutilasi. "Kami bekerjasama dengan Departemen Sosial untuk mendata utang anak-anak Jalanan di sekitar Pulogadung, termasuk yang pernah bersama tersangka. Tim sudah mulai bekerja." kata Aris.

Pendataan ulang anak Jalanan di Pulogadung sambung Aris dilakukan untuk mencari tahu siapa-siapa saja yang pernah menjalin hubungan dengan Babeh. Lalu siapa saja yang pernah menjadi korbannya. Selain itu pendataan Juga untuk mencari tahu apakah Babeh pernah terlibat dalam kasus mulilasl sebelumnya.

Dari data yang dimiliki Komnas PA tentang kasus mutilasl. tahun 2008 ada enam kasus mutllasi dengan korban anak kecil berusia 8 -12 tahun. Tahun 2009 ada empat kasus mutilasl. Tahun 2007. Juga ada kasus mutilasl yang mirip sekali dengan kasus mutilasl yang dialami Ardiansyah. Kasusnya terjadi 15 Mei 2007 lalu.

Masih ingatkah dengan kasus mutllasi bocah yang disebut-sebut bernama Asep (15). Tubuh Asep dipotong-potong dan Jasadnya dibuang di pinggir Jalan yang masuk wilayah Cakung. Bedanya kepala Asep masih ada, namun organ tubuhnya sudah hilang. Kasus ini diduga terkait penjualan organ tubuh manusia. Sampai sekarang kasus ini Juga belum Jelas korban dan pelakunya.

Rekonstruksi

Rekonstruksi kasus pembunuhan Ardiansyah (9) yang dilakukan secara sadis dengan cara dlsodoml lalu dimutilasi (dipotong-potong tubuhnya), digelar Senin slang. Dalam reka ulang kejadian itu. tersangka Baekuni (48) atau yang lebih dikenai dengan nama Babeh. dihujat ratusan warga.

Agar tidak diamuk massa.Babeh dikawal anggota serse dibantu pengurus warga. DI bawah rintik hujan, rekonstruksi di rumah kontrakan Babeh di Jalan Masjid Gang H. Murdalim RT/ RW 06/02. Pulogadung. Jakarta Timur, berjalan lancar. Babeh Juga dibawa polisi ke lokasi pembuangan potongan tubuh.

Kontrakan berukuran 2x4 meter yang ditempati Babeh Jaraknya sekitar 200 meter dari belakang Terminal Bus Pulogadung. Kontrakan ini berada di pemukiman padat penduduk. Jalan masuk menuju kontrakan berupa gang tikus, sempit karena lebar Jalan cuma satu meter.

Di kontrakan yang sumpek dan minim dari cahaya matahari Ini. tersangka yang slang Itu mengenakan kemeja lusuh bergarls-garts dan bercelana pendek selutut, memeragakan bagaimana dia membunuh Ardiansyah, (ded/bum)

generasi z

Facebook dan Generasi Z

Feb 26th, 2009 by burhanshadiq

Pagi ini saya baca sebuah email, isinya cukup menarik. Karena isinya menyangkut ide yang hari-hari ini berputar-putar di kepala saya. Yaitu tentang Facebook! Kepengen rasanya saya menulis tema Facebook, disorot dari kenarsisan kita masing-masing. Email itu menyebutkan pendapat seorang Husin Wijaya dari Markplus yang bercerita tentang Generasi Z, generasi yang aktif di dalam sejarah tumbuhnya internet, yakni mereka yang berusia 13-31 tahun. Generasi Z ini punya sisi gelap, yakni:

• Attention deficit disorder.
• Mahir menulis tapi sukar mengkomunikasikan.
• Tiap hari berhadapan dengan screen.
• Adiktif dengan internet.
• Kehilangan waktu untuk sosialisasi nyata.
• Tidak pernah bergerak, jarang berolahraga.
• Cari gampang, dengan mencari bajakan.
• Tidak punya etika kerja, akan menjadi calon karyawan yang buruk.
• Narsistik.
• Tidak peduli dengan apa kata orang.

Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, tetapi ada salahnya juga. Setidaknya saya pun merasakan apa yang disampaikan Husin itu. Generasi Z yang memang lagi membludak di zaman ini. Kalau dulu ada superhero Zorro yang suka berkuda dan bertopeng hitam, selalu menaruh huruf Z di tubuh musuhnya, Kini Z menjadi sebuah sebutan untuk generasi 3G yang sudah sangat melek teknologi. Dengan ciri yang kurang lebih sama dengan apa yang saya sebutkan di atas. Nah, Husin Wijaya menyebutkan lagi bahwa dari karakter itu akan muncul perilaku yang seperti ini:

• Generasi yang multitasking (Facebook prayer (selalu menulis status), thumber (jari-jemari bermain telepon), messenger 24/7, youtuber, ipoder).
• Kolaboratif. Lebih memilih kerja secara matrix, fleksibel, dan tidak secara hirarkis.
• Prosumer, konsumen yang menciptakan produknya sendiri.
• Customize personalize , dimana segala sesuatunya bisa dikustomisasi sesuai keinginan konsumen.
• Scrutinizer, di mana apapun yang dibuat online selalu diplesetkan.
• Kita yang menentukan sendiri sebelum kita memutuskan membeli produk, dan bukan ditentukan oleh produsen.
• Kita hidup di dunia penuh permainan dan warna, yang akan mewujudkan kreatifitas.
• Relationship , saling berhubungan satu sama lain, meskipun kadang hubungan itu semu (melalui jejaring sosial).
• Speed eaters, pemakan segalanya secepat mungkin.
• Semakin pintarnya teknologi yang akan semakin membantu aksesibilitas kita.

Saya jadi tahu alasannya kenapa ada beberapa teman yang akrab kalau di YM, Facebook dan yang lain, tetapi ketika ketemu langsung malah menjauh, menghindar bahkan ga mau menemui saya. Mungkin mereka merasa nyaman dengan cara bergaul seperti itu.

Kamis, 26 Maret 2009

nasib musik rock di indonesia

mulai dari berbagai jenis aliran musik di muka bumi ini. yang paling mendominasi di ìndonesia tetep dari dulu sampai sekarang masih saja slow pop yang bernuansa cengeng dengan background cinta2 yang tiada ahir. dulu pernah da GODBLESS yang menjadi pelopor musik rock di indonesia. tapi itu hanya sementara dan selebihnya slow pop terus berjaya. band2 rock hanya berkecubung di indie label. dan paling kalau misalnya jadi terkenal hanya di daerah kota2 besar tok. apa lagi dijaman sekarang di tambah para pecundang kaya KANGEN BAND, ANGKASA BAND. dan para BE A MAN2 lainya yang malah merajai pasaran sampai kepelosok ruang tersempit indonesiapun terjamah. padahal lagu2 mereka slow abiz, dengan tema2 cengeng yang tanpa arancement yang berkelas sedikitpun yang bakal menjatuhkan mutu musik indonesia dimata internasional.
masa kaya NETRAL, ENDANK SOEKAMTI, S.I.D. TENGKORAK dll yang lagu2nya jauh lebih NEAM malah hanya berkecubung di indie label. oleh karena itu, berjuanglah para band2 rock indonesia. kibarkan bendera kemenangan di indonesia. kita liat saja di dunia internasional. ada BLINK 182, +44, SUM 41, YELOW CARD, THE TRANSPLANTS. AVENGED 7 FOLD. dan masih banyak lagi. contoh saja BLINK yang sudah bubar tapi lagu2nya masih banyak digandudrungi para penikmat musik dunia hingga kini. lalu bagaimana dengan indonesia?
bisakah indonesia mencetak band legendaris seperti itu..?
yo,sekian saja.
KEEP IN ROCK

Rabu, 18 Maret 2009

keluarga toal

hwahahaha...!
ni kejadian paling toal yg ke berapa mbuh dlm hdupq...!
kejadian ini berawal pda saat aq mw fìeldtrip,bangun pagi (hahaha,kya crita apa hayo...!
yg sering cari suplemen di internet pasti taw klo crita apa!
hwahahaha)
jam 3.30 pagi (halah,gya,byasanya jam 6 bru bangun,ya mbok?) trus siap2,ktanya brangktnya jm 5 si di jdwal,pi pling brangkat jm 6.30. trus siap2 packing ampe jam 4.30 slesai. aq bangunin bapakq sebut sja SBY (bukan nama aslinya, hwahaha,persis crita penambah suplemen...)
bpkq siap2 trus ngidupin mobil.
pas q masuk mobil.SBY blang "dah pamitan ma ibu lm?" tnpa bsa2i dg lugas cpt ringkas n tuntas q jwab lm.
trus SBY dg mimik muka yg masih ketip2 kya muka "ngajak" bubu,kliatan bgt si masih ngntuk nyuruh q tuk pamitan dlu ma ibu. trus dg bringas masuk k kmar ibuq. sebut sja SMS (bkan nama asli).pas q masuk,SMS masih tdur pulas kya ddarglung. aq bangunin trus aq pamit.SMS trus bangun pi ya masih tier2. expresinya uwah...!kya ibu maw nglepasin anaknya tuk prge jauh dmi menuntut ilmu. dan berhrap akan kembali dg sehat wal afiat.
(haha,emang anake mbok lag ya) trus q kmbli k mobil.SBY tancap gas trus melewati jlan karangsambung yg kya green canyon yg di NFSC (weleh2..)
nyetirnya jga dh keren bgt smbil ngedrift2 kya film tokyo drift (hwahahaha... di slow motion kalee) di prjalanan yg smpah sepi bgt asli. d tmbah SBY yg jga super anteng tentrem kyo reco. di pikiranq yg muter2 hanya gmna nanti fieldtripnya smbil brharap dberi bnyak uang saku ma bpkq.
slundap tabrak slundup.akhirnya smpe jga d dpan smansa kebumen ku trcinta.( wlah2...)
trus q mnta uang saku ma SBY. saat q minta uang,expresi wjahnya brubah jauh bgt.tdinya ketip2 langsung bringas kya bru dnger apa aja, dg emosi yg meluap2 nyetak "hah,pa tdi ga d beri ma ibu...? trus tdi ngpain? cma pamitan tok..!
harusnya ibu jtahnya yg bri uang sku...!" dr sentakan itu aq lgsung trpentah k pluto(uh..! untung engga,cba klo iya)saking ngerinya mbil ampe goyang2 kya apa hayo...!
aq blz"ya ga tw y. tdi cuma pamitan tok, ibu jga tdi cma diem tok,g ngasih uang" SBY langsung bingung yg aq jga bingung liat polahnya. SBY nyentak lagi "ya bpk g bwa uang..!" hah...! (kebayang ga si. gla po,fieldtrip ke jogja ga bwa uang.mw ngemis dsna po...?) trus SBY dpt ide yg sbnernya bkan sbuah ide (kliatan d atas kplanya da lmpu 5 watt menyala)
trus nyari d mobil...dan akhirnya nemu 100ribu,(huh, untung bgt mbok nemu uang, heran jga bsa nemu uang 100ribu d mobil. coba klo ga...!)
huh,hari pertama q ngeblog..! pi ni ngepas bgt aq dank hancur...!
gila,gmna ga coba...?
gni crtanya. q kan ska ma ce, mnurutq dh pol lah,smw cra dh d jlani,ampe kmren kan fieldtrip ke jogja.trus da refreshnya ke malioboro. liat jket bgus, q bli,trus q kasiin k ce yg tdi. gli,jadian ja lm dh q bliin jaket sgla, hahaha, gya bgt smpah.pdahal q cma bwa uang 100 kira2lah,
harganya 90. tgal 10,bwt k timezone abiz 5. huh,irit bgt mbok?
trus kmbali k awal lgi, kan dh q briin,dh dtrima. eh...!3 hari brikutnya d kmbaliin coba.
hwa..!
uh,hancur, rsanya kya diujani ranjau trus dh ancur. serpianya d tmbakin k mesin penggiling. trus d keluarin d injek2 amp gepeng, trus d bwang k tengah laut, dmakan hiu, hiunya d tangkap ma orang trus d cincang, biz itu orangnya naik pesawat, pesawatnya meledak d atas trus orgnya trbakar, bis itu jatuh ke kawah lahar.
huh,serasa lenyap.
gila mbok